TIMESBANYUWANGI, BANYUWANGI – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 2 B Banyuwangi, Arimin, mengimbau seluruh jajaran untuk lebih hari-hati, sigap dan waspada dalam bertugas. Perintah tersebut disampaikan menyusul adanya indikasi aksi mafia narkoba dalam Lapas setempat yang mencoba menyingkirkan petugas dengan cara menjebak.
“Pagi tadi kami berikan pengarahan di apel untuk lebih hati-hati, sigap dan waspada dalam bertugas dan bertugas sesuai ketentuan. Kami terus berbenah dan memberi arahan untuk satukan sikap serta gerak guna memerangi Halina (HP, Pungli dan Narkoba),” kata Arimin, saat ditemui TIMES Indonesia diruanganya, Selasa (2/5/2017).
Seperti diketahui, Senin kemarin (4/5/2017), petugas pembinaan Lapas Banyuwangi, Anam, disinyalir hendak dijebak oleh para mafia pelaku peredaran narkoba dalam Lapas setempat. Karena tiba-tiba diruang kerjanya ditemukan 4 paket narkoba jenis sabu-sabu.
Untungnya, serbuk putih tersebut segera diketahui oleh salah satu Tahanan Pendamping (Tamping), Suryono, yang sedang membersihkan ruangan.
Saat ditanya prediksi dari mana asal dan siapa pelaku penjebak petugas, Arimin menolak untuk berkomentar. Karena ruang pembinaan memang sering digunakan untuk aktivitas petugas maupun Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Mulai dari kegiatan keagamaan, kesenian, perpustakaan serta lainya.
“Kejadian yang kemarin sudah kita serahkan pada yang berwajib, selanjutnya masih proses penyelidikan. Kalau untuk petugas kami ini, kami menjamin dia bersih dari narkoba,” imbuh Arimin.
Meski terdapat gelagat mafia narkoba dalam lapas telah mencoba mencelakai dengan menjebak petugas, Arimin meminta jajaranya untuk tidak kendur dalam memerangi.
Bahkan disepakati jadwal razia akan lebih ditingkatkan lagi. Namun, disisi lain, Kalapas mewanti-wanti agar seluruh jajaran petugas lebih ekstra hati-hati. Baik diruangan kerja, rumah maupun dalam kendaraan pribadi.
“Selama ini razia narkoba minimal seminggu 2 kali, yakni penggeledahan rutin dan insidentil saat ada yang mencurigakan,” jelasnya.
Ancaman mafia narkoba dalam Lapas di Lapas Kelas 2 B Banyuwangi, memang sudah tergolong mengkhatirkan. Sebelum Anam, beberapa waktu lalu Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Banyuwangi, Eko Ari Wibowo, juga nyaris menjadi korban penjebakan.
“Setelah dipinjam untuk kegiatan warga binaan, di keyboard komputer saya tiba-tiba ditemukan aluminium foil mirip bungkus paket narkoba dan kapas, untung itu juga diketahui tamping yang sedang bersih-bersih,” imbuh Eko.
Sekedar diketahui, mayoritas penghuni Lapas Kelas 2 B Banyuwangi, memang terdiri dari para tahanan kasus narkoba. Yakni berjumlah 317 orang dari total 822 orang warga binaan. (*)
Sumber




0 comments:
Post a Comment